(Oleh Supriatna. Sulaeman)
"Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian"
Ungkapan diatas mungkin bukan sebuah ungkapan yang aneh ditelinga kita, sebuah ungkapan yang sangat familier namun memiliki nilai filosopi yang cukup mendalam buat saya terutama dalam konteks mengarungi samudra kehidupan yang syarat dengan ombak-ombak yang terasa semakin kejam.
Banyak diantara kita yang akhirnya hanyut terbawa ombak dan badai yang deras menhujam berbagai sisi lambung kapal yang kita kemudikan, ada pula yang telah dengan tenang dan stabil menghadapi berbagai ombak dan badai bahkan mungkin bagi mereka ombak dan badai itu tidak terlalu terasa mengingat kapal yang mereka kendalikan telah begitu kuat sehingga bisa tetap stabil walaupun diterpa ombak dan badai, dan diantara kelompok yang 2 (dua) tadi terdapat satu kelompok orang dengan perahu kecil tengah berjuang dan bertahan dari gempuran-gempuran ombak & badai yang mengombang-ambingkan perahu mereka kesegala arah.
Sebuah perumpamaan yang mungkin terlalu miris untuk didengar, namun disadari atau tidak itulah fakta yang terjadi dalam kehidupan kita khususnya saya sebagai salah satu mahasiswa, pegawai dan kepala rumah tangga, saya pernah diceritakan sebuah ilustrasi perjalanan 2 (dua) orang dalam mengarungi kehidupan oleh dosen saya, dan saya sangat mengakui cukup menginspirasi saya, "Dikisahkan ada 2 (dua) orang yang sama-sama tengah melakukan perjalanan dengan rute yang sama, sepanjang perjalanan banyak aral dan rintang menghalangi perjalanan kedua insan ini, namun yang membedakan kedua orang ini adalah salah satu diantara mereka telah mengetahui akan berakhir dimana perjalanan itu dari cerita temannya yang telah mengarungi jalan yang sama dan sampai disuatu tempat yang sangat indah, pengalaman ini pun dia ceritakan kepada orang pertama, sehingga membuat orang pertama tertarik untuk melakukan perjalanan tersebut dan menentukan arah dan tujuan dari perjalanan itu, sedangkan orang kedua melakukan perjalanan yang sama dengan rute yang sama akan tetapi orang ini tidak pernah mengetahui akan berakhir dimana perjalanan ini, sepanjang rute perjalanan kedua orang ini merasakan hal yang sama, dilaut mereka berdua dihantam badai dan ombak, didarat mereka menemukan jalan yang terjal dan berliku, hutan dengan binatang buasnya dan segala rintangan yang selalu menghadang mereka, orang yang pertama yang telah mengetahui arah dan tujuan dari perjalanan mereka berdua terlihat begitu tegar menghadapi apapun aral dan rintang yang menghadang, cerita temannya tentang keindahan tempat yang akan dituju seakan menjadi energi (kekuatan) tambahan dalam menghadapi apapun rintangan yang ada, sehingga sekalipun dia terjatuh maka sesaat kemudian dia bangkit terus dan terus melanjutkan perjalanan itu, sedangkan orang kedua yang melakukan perjalanan tanpa arah dan tujuan terlihat begitu sulit untuk menghadapi segala rintangan yang ada, peluh yang mengucur sering dibarengi dengan keluhan demi keluhan, pada saat dia terjatuh tenaganya habis dan hanya bisa meratap menangisi yang terjadi, sehingga mereka yang pada awalnya memulai perjalan bersama-sama akhirnya jauh terpisah, orang yang pertama telah hampir sampai di 75% dari seluruh perjalananya maka orang kedua baru sampai di 30% perjalanan, bahkan cenderung untuk bertahan dan menyerah untuk tidak melanjutkan perjalanan."
Kisah itu menginspirasi saya akan kehidupan, sehingga bisa dibilang sangat beruntung saya kuliah di Universitas BSI Bandung karena akhirnya saya bisa bertemu dengan dosen saya ini dan mendengar sesuatu yang sangat berharga buat hidup saya
Kembali pada kisah diatas, seandainya saya boleh menyimpulkan cerita diatas inilah kesimpulan persi saya:
"Sesungguhnya setiap kita sekarang ini tengah melakukan sebuah perjalanan yang tak pernah kita ketahui secara pasti akan berakhir dimana, mungkin banyak kisah sukses yang pernah kita dengar atau baca tapi apakah itu benar atau bohong? mungkin untuk sekarang ini kita tidak pernah tahu, namun seperti diceritakan diatas terlepas dari itu benar atau bohong ini menjadi penting, karena dengan begitu setidaknya kita bisa menentukan apa sebenarnya tujuan hidup (perjalanan) ini, disadari atau tidak itu bisa menjadi energi tambahan buat kita dalam mengarungi dan menghadapi apapun rintangan didepan, karena walau bagaimanapun perjalanan adalah perjalanan artinya ini bukan akhir (tujuan) yang sebenarnya, tentu akan rugi ketika kita melakukan perjalanan tapi tidak pernah sampai ketempat tujuan, bila diibaratkan mengarungi lautan, tentu kita akan lebih memilih sampai kepulau impian dari pada terus menerus berada dilautan dan diombang-ambing ombak dan badai, mengingat banyak kisah sukses yang kita dengar mungkin akan lebih baik apabila kita bisa menentukan suksek seperti apa yang kita inginkan secara spesifik untuk selanjutnya ikuti jalan dan arah mereka, karena kalau tidak pasti (spesifik) berarti kita sama saja dengan seseorang yang takpernah punya arah dan tujuan, dilautan kita bisa melihat beberapa pulau, tentukan pulau mana yang ingin kita tuju, pastikan arahnya dan fokuslah pada tujuan itu, bahkan mungkin pada saat sama sekali tidak bisa melihat pun akan tetapi kita punya peta dan bisa menentukan kordinatnya yang tentu telah dibuat oleh orang yang sebelumnya telah sampai (sukses) insya allah suatu saat kita pasti sampai pada pulau impian kita.
Hidup selalu memberikan pilihan, dan kita selalu dibebaskan untuk memilih, akan tetapi setiap pilihan pasti ada konsekwensi (harga) nya, namun percayalah mendapatkan sesuatu dengan membeli jauh lebih baik dan memuaskan daripada mendapatkan sesuatu dari pemberian orang apalagi mencuri & merampas nya dari orang lain, jangan pernah berharap dengan tidak memilih kita bisa bebas dari segala resiko karena pada saat kita memutuskan untuk tidak memilih, sesungguhnya pada saat itu kita telah menentukan pilihan dan apa yang akan kita dapat tentu akan sesuai dengan pilihan dan usaha kita.
Sekian dan semoga bisa menjadi sebuah insprirasi...!
Categories:
OPINI PREE