Kompas Kampus


Tampilkan postingan dengan label KATA SANDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATA SANDI. Tampilkan semua postingan

kepada yang terhormat, saudara Suprriatna Sulaeman. Sebagai penanggung jawab rubrik opini free di Komp-Kamp.blogspot.com. Setelah saya membaca tulisan saudara, nampaknya saya perlu klarifikasi masalah ini;
1. soal promosi saya, nampaknya berita yang anda buat ngawur. anda tulis disana saya lulusan SMA. Sebenarnya saya adalah lulusan S1 fakultas teknik , anda perlu camkan itu.
2. soal sikap saya terhadap pegawai, mungkin pandangan orang bisa berbeda, namun menurut saya sikap saya terhadap bawahan saya (termasuk lawan jenis) adalah salahsatu cara saya mengakrabkan diri dan dekat terhadap bawahan saya.
3. Soal pemotongan gaji ataupun lembur, itu adalah prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan jika bawahan saya melakukan kesalahan, khususnya akhir - akhir ini terjadi banyak masalah yang menghambat produksi.
4. soal sifat saya yang berubah semenjak dipromosikan, itu memang sifat asli saya,. Mungkin banyak orang tidak mengenal saya selama 1 - 2 bulan. Tapi selebihnya mereka akan tahu sifat asli saya.

sekian klarifikasi dari saya, semoga dengan membaca surat pembaca ini tidak akan terjadi lagi keteledoran dalam membuat berita.

terimakasih


Sandi Muhammad Ma'ruf
Read More …


Jakarta, (PR)
            PT KAI dikabarkan akan mendatangkan  15 unit kereta listrik di awal tahun 2012 untuk menunjang fasilitas dan pelayanan terhadap konsumen. Namun, usut punya usut ada praktek penggelapan dana anggaran dalam rencana mendatangkan kereta dari Jepang tersebut. Seperti diutarakan KS, sumber kami yang merupakan salah seorang pejabat di salahsatu BUMN tersebut.
            “ memang benar nanti di awal tahun 2012 akan ada penambahan unit kereta dari Jepang, dan itu sudah dibahas dalam rapat anggaran, tapi saya curiga ada praktik penggelapan dana yang dilakukan oleh manager keuangan…..”
            Dalam pantauan kami, Manager Keuangan PT KAI pusat adalah Supriatna Sulaeman, yang memiliki relasi khusus terhadap beberapa pengusaha asing, khususnya dari Jepang.
            Seperti diutarakan KS saat kami temui di Jakarta (15/1), terdapat kejanggalan dalam penentuan dana anggaran, “ di dalam anggaran, dana untuk mendatangkan 15 unit kereta tersebut adalah 1,5 Triliun. Dan menurut saya itu tidak logis.”
            “mungkin hal ini harus dibahas kembali di dalam rapat anggaran selanjutnya.” Tutup KS.
           
Read More …


( Oleh : Sandy Muhammad Ma’ruf )
2 minggu telah lewat, namun ingatan saya akan indahnya suasana alam di tempat perkemahan Rancacangkuang belum hilang. Suara gemerincik air, kicauan burung, dan suara khas Tonggeret masih terngiang - ngiang di kepala. Andai saya kemarin memiliki waktu yang banyak, mungkin saya akan berlama – lama disana.
            Maklum, saya belum menemukan tempat yang asri dan alami ( hal itu dikarenakan beberapa tempat berkemah saat ini sudah dikelola oleh suatu pihak sehingga unsur alami dari tempat tersebut sudah hilang. ) dan Rancacangkuang adalah salahsatu perkemahan terbaik yang dimiliki Jawa Barat. Sulitnya medan di perjalanan seolah - olah terbayar lunas dengan indahnya alam disana. Suatu lembah yang diapit oleh beberapa bukit, padang rumput yang luas, dan suasana khas kebun teh terhampar luas di tempat yang bisa dibilang tidak terlalu dingin untuk ukuran daerah dataran tinggi. Saya pun aneh, kenapa daerah tinggi seperti disana bisa dibilang cukup gerah dan sesampainya disana, spontan saya langsung menanggalkan baju saya (tapi celana tidak). Apakah ada pengaruhnya dengan Global Warming?? Entahlah.. namun ada beberapa hal yang saya sayangkan dari pengalaman kemarin, yaitu akses jalan yang sangat berbahaya apalagi jika turun hujan dan sikap manusia yang seolah olah tidak menjaga lingkungan setelah berkemah. Sampah bertebaran dimana mana, dan banyak tulisan yang mengotori pohon dan batu. Andai saja sikap manusia tidak seperti itu, saya yakin tempat ini akan lebih asri. Oh iya, satu lagi saya harap Pemerintah setempat bisa memanfaatkan potensi yang ada, akses jalan yang baik dan promosi sangat dibutuhkan guna mengangkat potensi yang dimiliki Rancacangkuang.
            Namun, dibalik kekurangannya tidak menyurutkan keingintahuan saya untuk mengeksplor lebih dalam Rancacangkuang. Maklum, saat pengalaman kemarin hujan mengguyur sepanjang hari. Dan suatu saat, saya pasti kembali kesana.
Read More …

(oleh Sandy Muhammad Ma’ruf)
Tak terasa tahun 2011 akan berakhir, biasanya saat akhir tahun seperti ini orang - orang sibuk menyiapkan acara untuk mengisi liburan akhir tahun. Ada yang memilih berlibur ke pantai, ke gunung, berlibur bersama keluarga, rekan kerja ataupun rekan sesama mahasiswa. Saya pun mulai bingung jika dihadapkan pada opsi liburan yang membingungkan (maklum, untuk akhir tahun ini banyak yang mengajak penulis liburan, hehe….). dan pilihan saya adalah berkemah bersama rekan sesama mahasiswa di bumi perkemahan Rancacangkuang, di Ciwidey.
Rancacangkuang? Ciwidey?? Sebelah mana??? Mungkin kebanyakan orang bertanya seperti ini, karena nama perkemahan tersebut bisa dibilang masih asing. Kebanyakan orang hanya tahu tempat perkemahan yang ada di Ciwidey hanyalah di Rancaupas. Dan anggapan itu salah besar, Ciwidey masih memiliki tempat berkemah yang lebih asri dan alami, yaitu di Rancacangkuang. Perkemahan ini terletak di lembah yang dihapit oleh perbukitan, dikelilingi oleh kebun teh, dan perkemahan ini terlihat seperti padang rumput yang luas seperti terlihat di acara Teletubbies. Sumber air pun dekat karena di tempat ini terdapat sungai yang airnya sangat jernih, kamar mandi pun ada. Suhu di tempat ini bisa dibilang tidak terlalu dingin seperti kebanyakan tempat di daerah pegunungan. Akses jalan menuju tempat ini bisa dibilang ekstrim untuk ukuran motor matic dan bebek, karena jalan yang dilalui berupa jalan berbatu, jalan ini akan sangat berbahaya jika di daerah tersebut diguyur hujan. Namun, perkemahan ini adalah salahsatu yang terbaik yang dimiliki Jawa Barat, dan Musisi sekelas Iwan Fals pun sering berkemah di tempat ini. Saya baru tahu hal ini setelah salahsatu teman saya berbincang-bincang dengan seorang pria yang berkemah juga di sana. Pria tersebut sehari-hari berprofesi sebagai fotografer di salahsatu majalah. 
Menurut saya, acara berkemah kali ini lebih bermakna, kenapa? Karena baru kali ini saya merasakan berkemah yang penuh dengan “cobaan”. Dari berangkat hingga pulang, masalah selalu ada, tidak seperti acara berkemah biasanya. Mulai dari salahsatu teman yang tertinggal di perjalanan, tenda yang kami bawa di perjalanan selalu jatuh, salahsatu motor mengalami masalah, 2 orang jatuh dari motor (termasuk penulis, hehehe), hujan deras mengguyur dari pagi hingga sore hari, bahan bakar untuk memasak habis, dan track yang licin dan hari yang sudah malam mengahambat kami saat pulang. Namun, disamping masalah tadi, selebihnya acara berkemah kali ini sangat berkesan. Karena moment “ Tahun Baru” saat ini lebih rame dari biasanya. (hal itu karena penulis lebih sering merayakan tahun Baru di rumah).
Namun, saya rasa masih ada yang kurang dari acara berkemah kali ini. Yaitu anggota yang mengikuti acara berkemah kali ini terhitung sedikit, yaitu hanya 5 orang. Tapi saya berjanji akan mengadakan acara seperti ini lagi dan anggota yang ikut pun harus lebih banyak dari ini. Dan persiapan harus lebih matang sehingga tidak terjadi lagi masalah di acara berikutnya.
Read More …

(oleh Sandy Muhammad Ma’ruf)
              Akhir  – akhir ini hujan mengguyur Kota Bandung dan sekitarnya. Ada yang bilang hujan adalah berkah, tapi tak sedikit pula orang menyebut hujan adalah musibah. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang membelah Kota Bandung dan masyarakat yang sudah “langganan” banjir jika hujan datang. Pada umumnya, Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau biasanya terjadi di bulan Maret hingga bulan Agustus. Sedangkan Musim hujan bisanya terjadi pada bulan September hingga bulan Februari. Akhir –akhir ini ada yang berubah jika Bandung diguyur hujan, yaitu selalu ada banjir di beberapa tempat. Ini menunjukkan bahwa sudah minimnya daerah resapan air di Kota Bandung. Namun, ada pula akibat – akibat yang sudah biasa terjadi jika hujan datang, yaitu orang - orang pasti terkena gejala sakit, khususnya flu.
              Memang sudah bukan menjadi rahasia umum jika datang hujan pasti datang pula virus influenza. Memang hal ini biasa terjadi, tapi setidaknya hal ini dapat dicegah jika kita bisa menjaga kondisi tubuh sehingga tidak menganggu aktivitas sehari-hari apalagi sampai menganggu aktivitas perkuliahan. Akibat dari kurang pekanya beberapa mahasiswa akan pentingnya menjaga kondisi tubuh mengakibatkan semakin “luas”-nya ruang kelas yang biasa digunakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika Bandung (FIKOM UBSI Bandung). Puncaknya, pada hari Sabtu (10/12) mahasiswa yang datang hanya 10 orang, hal itu dikarenakan pada saat itu hujan deras dan beberapa hari sebelumnya memang sudah ada beberapa mahasiswa yang jatuh sakit.
              Maka dari itu, sangat penting menjaga kondisi tubuh saat musim hujan seperti saat ini. Caranya, “makan makanan bergizi dan makan so nais” hehehehe…. Bukan.. yaitu dengan cara makan teratur , minum vitamin secara rutin, dan jangan lupa rutin minum susu agar kondisi tubuh kita selalu fit tiap hari. Memang membutuhkan biaya untuk menjalankan kiat-kiat tersebut, namun jika untuk kebaikan kita sendiri, saya kira gak akan rugi kok….

Read More …

(oleh Sandy Muhammad Ma’ruf)
Saya selalu miris jika melihat sikap orang-orang yang cenderung tak peduli akan pentingnya menjaga lingkungan. Padahal jika mereka tidak menjaga lingkungan mulai dari saat ini, siapa juga yang akan terkena dampaknya? Apa yang akan kita wariskan untuk keturunan kita? Saat ini juga saya merasa Bandung sudah seperti Jakarta, suhu sudah mulai sedikit gerah, karena sedikitnya ruang terbuka hijau yang disediakan, dan jika hujan turun, di beberapa tempat pasti banjir karena minimnya resapan air saat ini.
Sikap Pemerintah juga cenderung acuh tak acuh jika disinggung tentang masalah lingkungan, memang sangat sulit jika kita memisahkan antara masalah lingkungan dengan kebutuhan manusia saat ini; yaitu lapangan pekerjaan dan uang. 
Memang sangat sulit jika kita mengubah kebiasaan, namun jika kita sadar dan mau berusaha mengubahnya, kita pasti bisa. Saya harap mulai dari himbauan di Kampus BSI akan pentingnya menjaga Lingkungan dapat mengubah mindset orang-orang yang ada di dalamnya. Jika kita tidak menjaga lingkungan kita sekarang, kapan lagi?
Read More …

 (Oleh Sandy Muhammad Ma’ruf)
Mungkin jarang suatu lembaga pendidikan mengkampanyekan suatu isu tentang lingkungan. Tapi jika melihat aturan yang berlaku, di beberapa Kampus sudah menerapkan aturan yang berhubungan dengan lingkungan. Baik larangan untuk merokok ataupun himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya. Seperti yang dilakukan UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) Bandung.
Saat kita melihat kampus yang beralamat di Jl. Sekolah Internasional No 1-6 Bandung ini terpampang spanduk besar yang isinya melarang Mahasiswa untuk merokok di lingkungan kampus, usut punya usut dulu lapangan Basket di kampus ini pernah disponsori suatu merk Rokok. Karena sedang mengkampanyekan suatu isu lingkungan, maka kerjasama dengan sponsor rokok pun diputus.
Saat acara MOSWA (Masa Orientasi Mahasiswa) yang bertajuk “ Green and Clean Orientation at Grass 2011” (24-25/9), kampanye ini semakin kentara. Pada hari ke-2 para calon mahasiswa diharuskan untuk membawa peralatan pertukangan dan membawa pohon. Pada saat acara ini berlangsung, para calon mahasiswa pun melakukan semua aktivitas di lapangan sepakbola dan mengakhiri acara dengan menanam pohon bersama-sama. Sungguh suatu kampanye yang baik untuk membiasakan para mahasiswa untuk menjaga lingkungan.
Mari kita lihat apakah ini kampanye ini akan mengubah kebiasaan mahasiswa untuk tidak merokok dan membuang sampah sembarangan? Atau hanya menjadi hiasan kampus semata?    
Read More …