(oleh Sandy Muhammad Ma’ruf)
Tak terasa tahun 2011 akan berakhir, biasanya saat akhir tahun seperti ini orang - orang sibuk menyiapkan acara untuk mengisi liburan akhir tahun. Ada yang memilih berlibur ke pantai, ke gunung, berlibur bersama keluarga, rekan kerja ataupun rekan sesama mahasiswa. Saya pun mulai bingung jika dihadapkan pada opsi liburan yang membingungkan (maklum, untuk akhir tahun ini banyak yang mengajak penulis liburan, hehe….). dan pilihan saya adalah berkemah bersama rekan sesama mahasiswa di bumi perkemahan Rancacangkuang, di Ciwidey.
Rancacangkuang? Ciwidey?? Sebelah mana??? Mungkin kebanyakan orang bertanya seperti ini, karena nama perkemahan tersebut bisa dibilang masih asing. Kebanyakan orang hanya tahu tempat perkemahan yang ada di Ciwidey hanyalah di Rancaupas. Dan anggapan itu salah besar, Ciwidey masih memiliki tempat berkemah yang lebih asri dan alami, yaitu di Rancacangkuang. Perkemahan ini terletak di lembah yang dihapit oleh perbukitan, dikelilingi oleh kebun teh, dan perkemahan ini terlihat seperti padang rumput yang luas seperti terlihat di acara Teletubbies. Sumber air pun dekat karena di tempat ini terdapat sungai yang airnya sangat jernih, kamar mandi pun ada. Suhu di tempat ini bisa dibilang tidak terlalu dingin seperti kebanyakan tempat di daerah pegunungan. Akses jalan menuju tempat ini bisa dibilang ekstrim untuk ukuran motor matic dan bebek, karena jalan yang dilalui berupa jalan berbatu, jalan ini akan sangat berbahaya jika di daerah tersebut diguyur hujan. Namun, perkemahan ini adalah salahsatu yang terbaik yang dimiliki Jawa Barat, dan Musisi sekelas Iwan Fals pun sering berkemah di tempat ini. Saya baru tahu hal ini setelah salahsatu teman saya berbincang-bincang dengan seorang pria yang berkemah juga di sana . Pria tersebut sehari-hari berprofesi sebagai fotografer di salahsatu majalah.
Menurut saya, acara berkemah kali ini lebih bermakna, kenapa? Karena baru kali ini saya merasakan berkemah yang penuh dengan “cobaan”. Dari berangkat hingga pulang, masalah selalu ada, tidak seperti acara berkemah biasanya. Mulai dari salahsatu teman yang tertinggal di perjalanan, tenda yang kami bawa di perjalanan selalu jatuh, salahsatu motor mengalami masalah, 2 orang jatuh dari motor (termasuk penulis, hehehe), hujan deras mengguyur dari pagi hingga sore hari, bahan bakar untuk memasak habis, dan track yang licin dan hari yang sudah malam mengahambat kami saat pulang. Namun, disamping masalah tadi, selebihnya acara berkemah kali ini sangat berkesan. Karena moment “ Tahun Baru” saat ini lebih rame dari biasanya. (hal itu karena penulis lebih sering merayakan tahun Baru di rumah).
Namun, saya rasa masih ada yang kurang dari acara berkemah kali ini. Yaitu anggota yang mengikuti acara berkemah kali ini terhitung sedikit, yaitu hanya 5 orang. Tapi saya berjanji akan mengadakan acara seperti ini lagi dan anggota yang ikut pun harus lebih banyak dari ini. Dan persiapan harus lebih matang sehingga tidak terjadi lagi masalah di acara berikutnya.
Categories:
KATA SANDI